Jualan Kamera di Indonesia, Fujifilm Andalkan Media Sosial

Posisi Fujifilm di pasaran kamera mirrorless Indonesia meningkat dari sekadar anak bawang menjadi pabrikan nomor satu pada pertengahan 2016. Apa rahasianya?

Electronics Imaging Sales Manager Fujifilm Indonesia Wawan Setiawan menuturkan salah satu upaya yang berperan mewujudkan pencapaian itu adalah kampanye pemasaran lewat media sosial.

“Sampai saat ini kempanye lewat media sosial cukup efektif. Peningkatan pasar kami adalah dampak langsungnya,” ujar Wawan ketika ditemui KompasTekno di sela acara photo trip Fujifilm di Pulau Kanawa, Nusa Tenggara Timur, Kamis (25/8/2016).

“Pengguna internet di Indonesia meningkat terus, terutama dari mobile. Kami manfaatkan itu untuk jalankan campaign di media sosial,” lanjut dia.

Fujifilm Indonesia antara lain melancarkan promosi lewat Facebook dan Instagram. Pabrikan kamera asal Jepang itu juga menggandeng sejumlah fotografer terkemuka sebagai ambassador dengan sebutan “X Photographers” dan “X Influencers”, berdasarkan lini kamera mirrorless fuji yang bernama “X series”.

Para fotografer ini memiliki komunitas foto dan pengikut masing-masing di media sosial sehingga lebih jauh mendongkrak popularitas Fujifilm di ranah maya.

Wawan mencontohkan photo trip ke sejumlah lokasi di wilayah Nusa Tenggara Timur yang diadakan Fujifilm pada kesempatan itu, yang ditujukan sebagai ajang unjuk gigi sekaligus peluncuran kamera terbaru, X-T2.

“Kami mengajak para fotografer ikut serta, sehingga bisa serentak mempublkasikan preview dari X-T2 di media sosial masing-masing,” kata Wawan.

Diikuti di negara lain

Menurut Wawan, di antara anak perusahaan Fujifilm lain di kawasan Asia Tenggara, Fujifilm Indonesia merupakan yang pertama kali melancarkan kampanye promosi lewat media sosial.

Karena terbukti efektif, cara ini lantas diikuti oleh subsidiary di negara lain seperti Filipina dan Vietnam. “Kami saling bertukar informasi antar subsidiary,” kata dia.

Selain gencar di dunia online, Fujifilm Indonesia juga menggelar berbagai event offline, seperti hunting foto bersama, coaching, dan workshop dengan menggandeng komunitas-komunitas fotografer di berbagai lokasi di Tanah Air.

Tujuannya tak lain untuk mengenalkan produk-produk kamera Fujifilm ke khalayak luas. Paduan event offline dan promosi online lewat media sosial tersebut dinilai Wawan lebih efektif ketimbang menghamburkan dana untuk beriklan di billboard atau media elektronik.

Penguasaan pasar Fujifilm terhadap kamera mirrorless di Indonesia pun berangsur meningkat.

Pada Juli 2016, Fujifilm telah menjadi pabrikan kamera mirrorless tebesar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 34,1 persen, menurut data firma riset GFK.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s